top of page

Mendigitalisasi Keberlanjutan: Kontribusi LCI dalam Program Sustainability Reporting untuk UMKM


Transisi menuju ekonomi hijau harus berjalan inklusif. Di Life Cycle Indonesia (LCI), kami percaya bahwa akses terhadap data keberlanjutan tidak boleh terbatas pada perusahaan besar saja. Ketika UMKM berhasil mengadopsi praktik ESG, mereka membuka pintu menuju Rantai Pasok Global (Global Value Chain).


Berdasarkan SME Policy Index: ASEAN 2024, UMKM yang terintegrasi dalam jejaring ini terbukti lebih produktif dan memiliki akses pasar yang lebih luas. Melalui partisipasi dalam Program Pelaporan Keberlanjutan UMKM, LCI hadir untuk memastikan transisi ini didukung oleh teknologi yang tepat yaitu melalui platform easySR.


Kolaborasi Strategis untuk Penguatan UMKM

Program ini bukan sekadar inisiatif mandiri, melainkan sebuah ekosistem kolaboratif antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, Global Reporting Initiative (GRI), Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), LCI sebagai mitra teknologi, dan sejumlah mitra lainnya.

Rangkaian program yang berjalan sejak Agustus 2025 ini mencapai puncaknya pada acara MSME Sustainability Reporting Graduation tanggal 11 Februari 2026 di Kantor APINDO, Jakarta. Dalam momen ini, 151 UMKM dinyatakan lulus dan berhasil menerbitkan laporan keberlanjutan perdana mereka.


Menjawab Tantangan dengan Digitalisasi

Bagi pelaku UMKM, menyusun laporan keberlanjutan seringkali terasa mengintimidasi karena keterbatasan sumber daya dan data yang tersebar. LCI menjawab tantangan ini dengan mengintegrasikan Panduan Lestari, kerangka pelaporan ESG khusus UMKM, ke dalam platform easySR.


Melalui easySR, proses pelaporan yang kompleks diubah menjadi langkah-langkah sistematis:


  • Standarisasi Digital: Mengonversi Panduan Lestari (hasil kolaborasi UNPAR, BRIN, APINDO, dan GRI) ke dalam alur kerja digital yang terstruktur.

  • Efisiensi Data: Mengurangi hambatan teknis dalam pengumpulan informasi sehingga UMKM dapat fokus pada substansi praktik keberlanjutan mereka.

  • Transparansi Terukur: Menghasilkan laporan yang selaras dengan standar sehingga memberikan kredibilitas instan bagi UMKM di mata investor dan mitra bisnis.


Capaian dan Dampak Sektoral

Implementasi program ini membuahkan hasil yang nyata:

  • Aksesibilitas Tinggi: 242 UMKM terdaftar dalam platform easySR selama program berlangsung.

  • Diversitas Industri: Partisipasi mencakup 16 sektor, dengan dominasi di sektor Makanan & Minuman (38,8%) serta Tekstil & Fesyen (19%).

  • Output Nyata: 151 UMKM berhasil menyusun dan menerbitkan laporan keberlanjutan pertama mereka melalui rangkaian pendampingan program.


Salah satu peserta, PT Syalby Jaya Berkah Plastik, mencatat bahwa easySR membuat proses pelaporan menjadi jauh lebih sistematis dan selaras dengan standar ESG. Hal ini membuktikan bahwa dengan alat yang tepat, UMKM mampu menghasilkan laporan yang berkualitas dan diakui secara profesional.


Masa Depan Keberlanjutan Digital

Partisipasi LCI dalam program ini memperkuat komitmen kami untuk berkontribusi pada transformasi ekonomi hijau di Indonesia melalui inovasi digital. Ke depan, kami akan terus mengembangkan platform seperti easySR dan easyLCI untuk memastikan setiap pelaku usaha memiliki kemampuan untuk mengukur, mengelola, dan mengomunikasikan dampak mereka secara akurat.


Pelajari lebih lanjut tentang bagaimana kami mendigitalisasi keberlanjutan di www.easysr.com.

 
 
 

Comments


bottom of page