top of page

Laporan Keberlanjutan Sudah Selesai, Lalu Apa? 3 Persiapan agar Tahun Depan Bebas Stres


Bulan April sudah di penghujung jalan. Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) akhirnya berhasil di-submit dan tim Corporate Secretary serta Sustainability kini bisa bernapas lega. Masa-masa lembur merekap data dan saling kejar antar-departemen akhirnya usai.


Anda dan tim pantas merayakannya. Namun, mari kita bicara realita: Apakah Anda rela mengulangi siklus kepanikan dan stres yang sama di bulan April tahun depan?


Banyak perusahaan merasa tugas mereka selesai begitu laporan terbit, lalu membiarkan data terbengkalai hingga bulan Februari tahun depan. Ini adalah resep paling ampuh untuk menciptakan kepanikan berulang. Agar penyusunan Sustainability Report tahun depan berjalan mulus dan bebas stres, segera lakukan 3 persiapan krusial ini:


1. Ubah Mindset: Cicil Data per Kuartal, Jangan Dirapel!


Kesalahan terbesar perusahaan emiten adalah memperlakukan Sustainability Report seperti "proyek dadakan" di awal tahun. Meminta data pemakaian listrik, volume limbah pabrik, hingga jam pelatihan karyawan untuk 12 bulan ke belakang secara sekaligus adalah pekerjaan yang sangat rawan human error. Banyak kuitansi yang hilang, data yang tercecer, atau PIC departemen yang sudah resign. Solusinya: Biasakan tim Anda untuk melakukan input data setidaknya per kuartal (3 bulan sekali). Saat data dicicil, proses validasi menjadi jauh lebih ringan dan akurat.


2. Tinggalkan Tradisi "Kirim-kiriman" Spreadsheet


Apakah folder komputer Anda saat ini dipenuhi file dengan nama seperti "Data_SR_Final_Revisi5_Fix_Banget.xlsx"?


Spreadsheet manual memang mudah digunakan, tetapi bukan alat yang tepat untuk kolaborasi lintas departemen skala Tbk. Tradisi melempar file Excel via email atau WhatsApp seringkali memicu kerusakan rumus (terutama untuk kalkulasi emisi) dan kebingungan versi dokumen mana yang paling update. Anda butuh satu wadah terpusat (Single Source of Truth).


3. Tetapkan PIC Permanen, Bukan "Panitia Dadakan"


Sering kali, tim penyusun SR baru dibentuk pada bulan Februari. Tim "panitia dadakan" ini harus mengemis data ke departemen operasional, HR, dan Finance yang juga sedang sibuk dengan closing laporan tahunan masing-masing.


Mulai bulan depan, tetapkan Person in Charge (PIC) data ESG yang permanen di setiap departemen. Jadikan pengumpulan data ini sebagai bagian dari Key Performance Indicator (KPI) operasional bulanan mereka, bukan sekadar tugas tambahan.


Berhenti Membuang Waktu, Mulai Digitalisasi Sekarang


Mengubah kebiasaan memang mustahil jika alat kerja Anda masih manual. Jika tahun ini tim Anda sudah kehabisan energi hanya untuk urusan merapikan data, ini saatnya Anda beralih ke sistem digital.


Kami di Life Cycle Indonesia (LCI) telah menangani penyusunan Laporan Keberlanjutan berbagai emiten besar sejak tahun 2015. Dari pengalaman kami, perusahaan yang bebas stres di bulan April adalah mereka yang menggunakan sistem yang terintegrasi.


Oleh karena itu, kami menghadirkan easySR (www.easysr.com) platform digital pengelola data ESG yang akan menyelamatkan tim Anda di tahun depan.


Dengan beralih ke easySR hari ini, Anda bisa:

  • Mencicil Data Tanpa Pusing: Setiap PIC departemen memiliki akses login untuk langsung memasukkan data bulanan/kuartalan ke dalam platform.

  • Otomasi Kalkulasi Emisi: Tidak perlu takut salah memasukkan rumus Excel. Kami akan menghitung emisi sesuai framework GRI dan POJK 51/2017 terbaru.

  • Pantau Progres 24/7: Anda bisa melihat kesiapan laporan secara real-time kapan saja, dari mana saja.


Jangan biarkan tim Anda kembali menjadi "pemadam kebakaran" data di tahun depan. Investasikan infrastruktur yang tepat hari ini untuk pelaporan ESG yang compliance-ready dan bernilai tinggi di mata investor.


[Jadwalkan Demo 15 Menit easySR di Sini] dan mari rancang strategi penyusunan laporan yang jauh lebih cerdas bersama tim ahli LCI!

 
 
 

Comments


bottom of page